Madrasah Diniyyah

Sekilas Madin An-Nahdliyyah

Madin (Madrasah Diniyyah) An-Nahdliyyah adalah lembaga pendidikan nonformal di bawah naungan Pondok Pesantren An-Nahdliyyah yang berfokus pada penguatan ilmu-ilmu dasar keislaman. Melalui kajian kitab-kitab klasik (turats), Madin membina santri dalam memahami fiqih, aqidah, akhlak, dan ilmu alat seperti nahwu dan shorof dengan pendekatan khas pesantren.

Diselenggarakan di luar jam sekolah formal, pembelajaran Madin terbagi ke dalam jenjang Ula, Wustha, dan ‘Ulya, dengan metode halaqah dan klasikal yang dipandu oleh asatidz yang kompeten. Madin An-Nahdliyyah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri yang berilmu, beradab, dan siap menjadi penerus tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Proses Belajar di Madrasah Diniyyah
Nama Lembaga

Madrasah Diniyyah An-Nahdliyyah

Madin (Madrasah Diniyyah) An-Nahdliyyah adalah lembaga pendidikan nonformal di bawah naungan Pondok Pesantren An-Nahdliyyah yang berfokus pada penguatan ilmu-ilmu dasar keislaman. 

Agus Moh. Husni

madin@annahdliyyah.sch.id

Program Unggulan

Kajian Kitab Kuning

Pembelajaran rutin kitab-kitab turats karya ulama klasik seperti Safinatun Najah, Ta’limul Muta’allim, dan lainnya.

Jenjang Ula - Wustha - ‘Ulya

Sistem pembelajaran bertingkat sesuai usia dan kemampuan santri.

Ilmu Fiqih dan Ushul Fiqih

Pendalaman hukum-hukum Islam disertai pemahaman dasar metodologi istinbath.

Penguatan Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah

Materi tauhid dan keyakinan Islam yang lurus, berdasarkan manhaj salafus shalih.

Pelatihan Akhlak dan Adab Santri

Melalui kitab akhlak, pembiasaan, dan keteladanan langsung dari guru.

Belajar Ilmu Nahwu & Shorof

Dasar pemahaman bahasa Arab untuk memahami isi kitab secara mandiri.

Metode Talaqqi dan Halaqah

Pembelajaran langsung dari guru ke santri, menjaga tradisi sanad dan kedalaman makna.

Mabit & Kajian Malam

Penguatan spiritual santri melalui program diniyah intensif dan refleksi malam.

Kegiatan Ujian & Imtihan Kitab

Evaluasi berkala melalui ujian lisan dan tulis sebagai kontrol pemahaman santri.

Visi

“Menjadi lembaga pendidikan diniyyah yang unggul dalam membentuk santri yang berilmu, berakhlak, dan berkomitmen terhadap tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.”

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan kitab-kitab klasik (turats) secara sistematis dan berjenjang untuk memperkuat dasar keilmuan Islam.

  2. Menanamkan pemahaman aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah kepada santri melalui materi dan pembinaan rutin.

  3. Membangun karakter santri yang beradab dan berakhlakul karimah, melalui pembelajaran akhlak dan pembiasaan hidup santri.

  4. Mengajarkan ilmu alat (nahwu dan shorof) sebagai fondasi memahami literatur keislaman secara mandiri dan utuh.

  5. Menghidupkan metode pembelajaran khas pesantren, seperti talaqqi, halaqah, dan musyawarah ilmiah.

  6. Melahirkan santri yang mampu menjadi kader dakwah, pendidik, dan penggerak masyarakat di masa depan.

Pengembangan

Madrasah Diniyyah An-Nahdliyyah berkomitmen menjadi lembaga pendidikan nonformal yang berperan strategis dalam membekali santri dengan dasar-dasar ilmu keislaman yang kokoh dan mendalam. Sebagai bagian dari sistem pendidikan terpadu Pondok Pesantren An-Nahdliyyah, madrasah diniyyah ini menyelenggarakan pembelajaran kitab-kitab klasik (turats) dengan pendekatan khas pesantren yang berjenjang dan berkarakter.

Madin Takmiliyah An-Nahdliyyah

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu Madrasah Diniyyah An-Nahdliyyah?

Madin An-Nahdliyyah adalah lembaga pendidikan nonformal di bawah Pondok Pesantren An-Nahdliyyah yang fokus pada pengajaran ilmu-ilmu keislaman melalui kitab kuning.

Ya, seluruh santri yang tinggal di lingkungan pesantren wajib mengikuti program Madrasah Diniyyah sesuai jenjangnya masing-masing.

Madin fokus pada pengajaran ilmu agama klasik dengan kitab turats, sedangkan sekolah formal mengikuti kurikulum Kemenag dan menghasilkan ijazah resmi.

Terdiri dari tiga jenjang: Ula (dasar), Wustha (menengah), dan ‘Ulya (lanjutan), sesuai usia dan tingkat pemahaman santri.

Kitab yang dipelajari antara lain Safinatun Najah, Ta’lim Muta’allim, Tijan ad-Daruri, Jurumiyyah, dan kitab dasar lain sesuai jenjang.

Belajar Madin biasanya dilakukan pada sore hari dan malam hari, di luar jam sekolah formal, dengan durasi 1–2 jam per sesi.

Ya, santri belajar dasar-dasar bahasa Arab, khususnya dalam ilmu nahwu dan shorof, untuk menunjang pemahaman kitab berbahasa Arab.

Metodenya mencakup halaqah, talaqqi (tatap muka langsung), musyawarah, dan evaluasi bacaan atau pemahaman kitab.

Ya, setiap santri mengikuti evaluasi (imtihan) berkala berupa ujian lisan dan tulisan untuk mengukur kemampuan dan kelayakan naik jenjang.

Madin tidak mengeluarkan ijazah formal negara, namun santri akan mendapat syahadah diniyyah dari pesantren setelah menyelesaikan jenjang tertentu.